Caption: kondisi keluarga Aisah butuh uluran tangan (Omo CNO)LEBAK,CNO – Setiap hari, Aisah (nama samaran) harus menahan air mata saat melihat kondisi anak perempuannya, Arni Yuningsih (26). Wanita berusia 50-an itu tinggal di RT 02/03 Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, harus berjuang keras menghidupi keluarga, sementara anaknya lumpuh total sejak lahir.
Keterbatasan ekonomi menjadi penghalang utama dalam upaya mengobati Arni. Sebelumnya, Aisah pernah membawa anaknya berobat, namun tidak memberikan hasil yang diharapkan. Kondisi Arni bahkan semakin memprihatinkan karena tubuhnya kini mengalami kekakuan.
“Bu Aisah bukan tidak mau bawa anaknya berobat lagi, tapi uangnya tidak cukup. Ekonomi keluarga mereka sangat kekurangan,” ungkap Yogi Tamrin, Humas Organisasi BPPKB Cibadak yang juga tetangga keluarga Aisah, pada Selasa (30/12/2025).
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Aisah terpaksa berjualan gorengan dengan berjalan kaki dari kampung ke kampung, seringkali harus menegakkan lututnya saat berjalan. Suaminya, Rahmat, hanya bekerja sebagai sopir antar anak sekolah dengan penghasilan yang jauh dari cukup.
“Kebutuhan Arni tidak sedikit – mulai dari pempres, makanan harian, hingga keperluan lainnya. Padahal penghasilan suaminya saja tidak cukup buat kebutuhan dasar keluarga,” tambah Yogi.
Di kamar yang sederhana, Arni hanya bisa terbaring lemas di atas kasur tipis dengan kondisi badan yang sangat kurus. Meski demikian, ia memiliki harapan sama seperti perempuan lain – bisa hidup normal dan berjalan seperti biasanya.
Yang paling menyakitkan hati Aisah adalah, selama ini keluarga mereka belum pernah mendapatkan bantuan sosial apapun dari pemerintah, baik berupa beras, minyak, maupun uang tunai. Padahal, kondisi mereka sangat layak untuk menerima bantuan.
“Bu Aisah sangat berharap pemerintah atau pihak dermawan bisa memberikan bantuan, terutama untuk biaya pengobatan Arni. Semoga pihak berwenang mau datang langsung untuk melihat kondisi keluarga ini,” harap Yogi.
Ia berharap dengan adanya pemberitaan ini, suara keluarga Aisah bisa terdengar dan mendapatkan perhatian yang layak dari semua pihak.
Omo /suherman




We use cookies to improve your experience on our site. By using our site, you consent to cookies.
Manage your cookie preferences below:
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
These cookies are needed for adding comments on this website.
Statistics cookies collect information anonymously. This information helps us understand how visitors use our website.
Google Analytics is a powerful tool that tracks and analyzes website traffic for informed marketing decisions.
Service URL: policies.google.com
Tidak ada komentar