Caption;lokasi kebun bawang tersapu bersih sungai ciujung,desa parakanbeusi Lebak,CNO – Banjir bandang yang meluap dari Sungai Ciujung terjadi senin malam yang lalu dan merendam areal pertanian di Desa Parakanbeusi, Kabupaten Lebak. Musibah ini meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi warga petani, salah satunya menimpa Bapak Pulung, seorang petani yang mengalami kerugian materi mencapai Rp50 juta rupiah akibat tanaman bawang kurang lebih 1 hektar hanyut serta rusak parah.
Dikabarkan sebelumnya, sebelum merusak tanaman bawang yang menjadi harapan, arus banjir yang datang dengan kekuatan dahsyat itu lebih dulu menghanyutkan dan merusak tanaman padi yang tumbuh subur di sawah petani . Hingga saat ini, hampir seluruh hasil jerih payah yang telah dirawat berbulan-bulan lamanya lenyap tersapu air
Edi, selaku pengurus kebun milik Pulung, menyampaikan kondisi memprihatinkan tersebut kepada awak media dengan nada suara yang dipenuhi kesedihan. Ia menceritakan bahwa tidak hanya tanaman bawang merah yang hancur lebur tergerus arus air, namun seluruh peralatan pertanian yang tersimpan serta bangunan saung tempat istirahat dan penyimpanan barang di kebun tersebut juga tidak terselamatkan.
“Yang tersisa sekarang hanya puing-puing saja. Saung yang kami bangun kokoh, kini yang tinggal hanyalah genteng yang berserakan serta tumpukan batu dan endapan pasir tebal yang menutupi seluruh lahan. Semua peralatan kerja dan hasil tanaman habis dibawa banjir,” ujar Edi dengan suara lirih,25 April 2026
Ia menambahkan, kerusakan yang terjadi begitu parah sehingga lahan pertanian tersebut kini terlihat seperti tanah kosong yang tertimbun material keras, dan butuh waktu serta biaya besar untuk dapat diperbaiki dan ditanami kembali. Musibah ini tentu menjadi pukulan berat bagi perekonomian keluarga, mengingat hasil pertanian tersebut menjadi tumpuan utama
Hingga saat ini,petani setempat masih sibuk melakukan pembersihan lahan dan menyusun kerugian, namun kejadian senin malam kemarin meninggalkan tumpukan pasir dan batu di sepanjang aliran Sungai Ciujung yang melintas di wilayah tersebut.
AM

We use cookies to improve your experience on our site. By using our site, you consent to cookies.
Manage your cookie preferences below:
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
These cookies are needed for adding comments on this website.
Statistics cookies collect information anonymously. This information helps us understand how visitors use our website.
Google Analytics is a powerful tool that tracks and analyzes website traffic for informed marketing decisions.
Service URL: policies.google.com
Tidak ada komentar