TRENDING

Dampak Penutupan Lokasi, Tukang Muat Pasir Laut di Lebak Meratap Nasib

2 menit membaca View : 188
Apip Muhendar
Berita - 20 Mei 2026

Lebak,CNO – Himpitan ekonomi kian terasa berat bagi kalangan buruh kecil dan pekerja serabutan di wilayah Selatan Kabupaten Lebak. Salah satu kelompok yang paling merasakan dampaknya adalah para tukang muat pasir laut. Mereka kini terhenti mencari nafkah akibat penutupan lokasi penambangan pasir oleh pihak berwenang.

Seperti disampaikan Ake, salah seorang pekerja, saat diwawancarai awak media pada Rabu (20/5/2026), ketidakpastian ini membuat banyak keluarga kebingungan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami sangat merasakan dampaknya. Beberapa keluarga sesama tukang muat sudah mengeluh, dari mana lagi cari uang untuk makan sehari-hari jika tidak bekerja begini?” ungkapnya.

Menurut Ake, penutupan ini bermula dari adanya pengawasan dan pemeriksaan ketat terhadap penambangan pasir laut di wilayah Kecamatan Wanasalam yang sistem pengambilannya sudah menggunakan karung dan dinilai melampaui batas. Kebijakan tersebut ternyata berimbas luas hingga ke lokasi penambangan yang ada di Kecamatan Panggarangan dan Bayah.

Padahal, ia menjelaskan bahwa cara pengambilan pasir di dua wilayah tersebut masih sangat tradisional dan wajar. “Di Panggarangan dan Bayah, kami mengambilnya seperti biasa, tidak dikeruk hingga masuk ke daratan dalam. Pasir itu hanya dipenuhi untuk kebutuhan warga sekitar saja, bukan untuk dijual dalam jumlah besar ke pabrik,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat membedakan kasusnya dan membuka kembali akses tersebut. “Hanya inilah satu-satunya sumber penghidupan kami sehari-hari. Itu pun kalau kondisi pasirnya bagus dan ombak laut sedang bersahabat, tidak sedang pasang,” harapnya.

Hal senada disampaikan OPN, sesama pekerja di lokasi yang sama. Ia mengaku kewalahan karena pendapatan terhenti total, padahal kebutuhan rumah tangga tetap berjalan. “Sekarang jadi susah dapat uang harian. Sementara anak-anak tetap harus sekolah dan butuh biaya jajan. Kami sangat berharap kebijakan ini bisa ditinjau kembali,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan langsung awak media pada hari yang sama, terlihat dua titik lokasi pengambilan pasir laut di wilayah Bayah dan Panggarangan dalam keadaan sepi dan tidak ada aktivitas pekerjaan sama sekali.

Didin kaka

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
       
Verified by MonsterInsights