
Lebak,CNO -Pembangunan kantor Koprasi Desa Merah Putih di sejumlah Desa di wilayah Lebak selatan yang di kerjakan oleh salah satu perusahaan sub kon asal kecamatan Cibeber AS, diduga ada beberapa bagian hasil pekerjaan nya yang mesti di kritisi, Senin 09 maret 2026
AS, telah melaksanakan puluhan bangunan KDMP di sejumlah desa di wilayah Baksel juga di sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak dan hanya memilih desa – desa yang sudah punya lahan/ tanah bengkok, terang BP salah satu tokoh di Lebak selatan.
Tetapi di perjalanan kegiatannya, AS sebagai sab kon/selaku pelaksana pembangunan, dalam pelaksanaannya ada beberapa item pekerjaan yang di duga tidak sesuai dengan RAB, yaitu di struktur besi( Pembesian ) yaitu dari pemakaian besi ulir dan besi lainnya yang di duga tidak sesuai ukuran, begitu juga dengan pasir, diduga menggunakan pasir laut yang diduga quari pasir tersebut tak mengantongi ijin tambang nya, alias di duga ilegal, terang BP lagi.
Begitu juga dengan bagian rangkai struktur besi yaitu untuk ceker ayam, di duga pula menggunakan besi yang di duga tidak sesuai dengan yang seharusnya, seperti pembesian bangunan KDMP yang di Desa Darmasari, tandasnya.
Menurut BP padahal pekerjaan tersebut, ( Proses Pembangunan Gedung KDMP ) tiap hari di awasi dari anggota kesatuan Koramil ( Babinsa ) yang sudah di tugaskan, tapi kenyataannya, bangunan KDMP selain ada dugaan struktur besi yang tidak sesuai baik ukurannya, juga kedalaman pemasangan ceker ayam yang di duga tidak sesuai, juga pemakaian matrial untuk bagian dinding, baik pasir juga juga hebel, dan memang rata – rata menggunakan hebel, padahal untuk anggaran bangunan KDMP cukup fantastis, sekalipun di laksanakan sesuai RAB yang sebenarnya, untuk struktur dinding menggunakan batu bata merah dan juga,kalau pun harus beli lahan, dengan anggaran Rp 1,6 anggaran tersebut sangat cukup, ujar BP lagi.
Masih kata BP, menelisik dari hasil AS selaku pelaksana di bangunan KDMP, Kami sebagai warga masyarakat berharap PT Agrinas untuk mengaudit sejumlah anggaran yang sudah terpasang di bangunan tersebut, karena menurut Kami, sepertinya masih cukup besar sisa dari anggaran yang sudah di realisasikan ke bangunan, pungkas BP.
Sementara saat awak media ini mengkonfirmasi AS sebagai pelaksana, nomor WhatsApp nya, sudah pada posisi tidak aktip.
Sementara DS, orang lapangan AS, katakan mandor saja, saat di hubungi, minta agar awak media jangan banyak ngoceh, soal bangunan KDMP.
Dari hasil investigasi dan observasi tim media ini, AS dan DS, selaku pelaksana sejumlah bangunan KDMP di wilayah Baksel, yang saat ini sudan pada tahap pasang keramik lantai juga bagian rangka baja, struktur bangunan bagian atap, AS dan DS melibatkan pengusaha dari kabupaten Sukabumi, BLD alias SKR warga kecamatan Cisolok.
Didin kaka



We use cookies to improve your experience on our site. By using our site, you consent to cookies.
Manage your cookie preferences below:
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
These cookies are needed for adding comments on this website.
Statistics cookies collect information anonymously. This information helps us understand how visitors use our website.
Google Analytics is a powerful tool that tracks and analyzes website traffic for informed marketing decisions.
Service URL: policies.google.com
Tidak ada komentar