Caption:salah satu warga yang mengeluhkan pelayanan PDAM (ubik CNO)Lebak,CNO – Warga Desa Warunggunung, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengeluhkan kualitas pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lebak yang dianggap sangat buruk.
Suplai air PDAM ke rumah warga telah terputus selama hampir tiga minggu, bahkan mendekati satu bulan, tanpa adanya kejelasan maupun pemberitahuan resmi dari pihak PDAM. Informasi ini disampaikan langsung oleh sejumlah warga terdampak, khususnya pelanggan PDAM di RT 04 dan RT 05 RW 02 Desa Warunggunung. Hingga kini, krisis air bersih tersebut masih berlangsung dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari serta kebutuhan dasar masyarakat.
Sutek, salah satu warga sekaligus konsumen PDAM, mengaku sangat dirugikan akibat kondisi tersebut. Menurutnya, PDAM Lebak telah lalai menjalankan tanggung jawab sebagai penyedia layanan publik.
“Air PDAM jalur Warunggunung tidak mau keluar sama sekali. Kondisinya seperti musim kemarau panjang, hampir sebulan tidak ada aliran air. Yang lebih parah, tidak ada kabar atau penjelasan apapun dari pihak PDAM,” ungkap Sutek kepada wartawan melalui pesan singkat WhatsApp pada Selasa (30/12/2025).
Ia menilai situasi ini sangat tidak adil bagi pelanggan, karena meskipun tidak mendapatkan pasokan air, kewajiban pembayaran tagihan tetap diberikan setiap bulan.
“Kami tetap membayar tagihan PDAM setiap bulan, tapi tidak mendapatkan air sama sekali. Ini tidak masuk akal. Dimana tanggung jawab PDAM Kabupaten Lebak? Tidak bisa hanya mengharapkan pembayaran tapi memberikan layanan nol,” tegasnya.
Sutek juga menyesalkan sikap PDAM yang dinilainya kurang memiliki empati terhadap kondisi masyarakat yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kalau memang ada kerusakan atau gangguan, seharusnya ada pemberitahuan kepada konsumen. Jangan hanya diam saja. Sudah hampir sebulan air tidak mengalir, tapi tidak ada kejelasan sedikitpun,” lanjutnya dengan nada kecewa.
Ia mengaku telah berusaha menyampaikan keluhan secara resmi kepada pihak PDAM, salah satunya dengan menghubungi Fredi Ferdiansah, Kepala Bagian Perawatan PDAM Lebak, melalui telepon dan pesan WhatsApp.
Dalam balasannya, Fredi Ferdiansah menyatakan bahwa keluhan warga sudah dilaporkan ke Kepala Cabang. Namun, menurutnya, terjadi saling lempar tanggung jawab di internal PDAM.
“Saya sudah laporkan ke kepala cabang. Jawabannya malah menyuruh lapor kembali ke bagian perawatan, tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan sama sekali,” tulis Fredi Ferdiansah dalam pesan WhatsApp yang diterima warga.
Kondisi ini semakin memperkuat dugaan tentang buruknya koordinasi dan lemahnya manajemen pelayanan di PDAM Lebak. Warga menilai PDAM gagal memberikan kepastian layanan, padahal air bersih merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat.
Sutek pun mendesak agar PDAM Lebak segera mengambil tindakan dan memberikan solusi konkret.
“Saya minta PDAM segera mencari solusi agar air bisa mengalir kembali normal. Konsumen sangat dirugikan. Bagaimana mungkin hampir sebulan tidak ada air, tapi tetap diminta membayar tagihan? Ini jelas tidak adil,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM Kabupaten Lebak belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab gangguan, estimasi waktu perbaikan, maupun kebijakan kompensasi bagi pelanggan yang terdampak.
M.ubik


We use cookies to improve your experience on our site. By using our site, you consent to cookies.
Manage your cookie preferences below:
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
These cookies are needed for adding comments on this website.
Statistics cookies collect information anonymously. This information helps us understand how visitors use our website.
Google Analytics is a powerful tool that tracks and analyzes website traffic for informed marketing decisions.
Service URL: policies.google.com
Tidak ada komentar