TRENDING

Jembatan Cibarengkok Jadi Prioritas, Desa Sukajadi Lebak Optimis Wujudkan Kemajuan

2 menit membaca View : 93
REDAKSI
Kabar Desa - 18 Mar 2026

LEBAK,CNO – Pemerintah Desa Sukajadi Kabupaten Lebak,Banten mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat terkait rencana pembangunan Jembatan Cibarengkok yang akan digelar mulai kuartal II tahun 2026. Proyek yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal ini menjadi fokus utama setelah penyesuaian alokasi anggaran Dana Desa (DD) yang sebagian dialihkan untuk pengembangan Koperasi Desa (Kopdes).

Kepala Desa Sukajadi dalam jumpa pers Rabu (18/3) menyampaikan bahwa keputusan untuk memprioritaskan Jembatan Cibarengkok diambil setelah melalui evaluasi mendalam dan musyawarah bersama seluruh elemen masyarakat. “Kita melihat manfaat yang sangat luas bagi warga jika proyek ini terealisasikan lebih dulu. Mulai dari kemudahan mobilitas hingga kelancaran distribusi hasil produksi lokal,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran pembangunan, Kepala Desa dan Sekretaris Desa secara sukarela menyetujui penghentian tunjangan Asisten Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) selama satu tahun. Besaran Rp18 juta yang dialihkan dari tunjangan ini akan digunakan untuk melengkapi anggaran proyek, dengan tetap menjamin tunjangan pokok dan hak lainnya sesuai ketentuan.

“Ini bukan tentang pemotongan hak, tapi bentuk pengorbanan kita demi kemajuan bersama. Kita percaya bahwa setiap langkah yang kita ambil akan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelas Sekretaris Desa Sukajadi.

Sementara itu, rehabilitasi Jembatan Gantung Kali Ciimancak yang juga menjadi prioritas dalam Musyawarah Desa tahun 2025 tidak ditinggalkan. Pihak desa telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lebak serta tengah menggandeng pemerintah provinsi Banten untuk merealisasikannya pada tahun 2027.

Masyarakat Desa Sukajadi yang diwawancarai menyampaikan antusiasme dan dukungan penuh. “Kita sangat menunggu pembangunan jembatan ini. Semoga dengan adanya akses yang lebih baik, ekonomi kita bisa tumbuh dan kehidupan menjadi lebih mudah,” ucap salah satu warga.

Seluruh proses pengambilan keputusan dilakukan secara transparan dan telah diinformasikan melalui berbagai forum masyarakat. Pihak desa juga membuka kanal komunikasi resmi melalui pos pengaduan dan rapat rutin untuk menerima masukan serta menjawab pertanyaan dari warga terkait proyek pembangunan ini.

Didin kaka

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
       
Verified by MonsterInsights