
Chanel News,Sleman – Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Bahararudin Kamba ,menyayangkan konsumsi makanan ringan atau snack saat pelantikan KPPS di Kabupaten Sleman tidak layak karena mirip snack saat takziah atau snack saat lelayu.
Peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU agar lebih berhati-hati dalam memilih vendor atau pihak ketiga apalagi konsumsi dalam jumlah yang sangat besar. Dipastikan dengan jumlah segede gaban, maka kemungkinan besar akan disubkontrakan lagi ke pihak lain.ungkapnya
Lebih lanjut kata baharudin, ini menunjukkan bahwa penyedia jasa meskipun dalam E-katalog tidak menjamin tidak adanya kesalahan. Maka semuanya harus dievaluasi secara menyeluruh dan tuntas agar kasus serupa tak terulang. Jangan sampai kesannya mau untung banyak tapi justru merugikan orang banyak dalam hal ini KPPS.
Uang sisa anggaran snack yang seharusnya Rp.15.000 tetapi diakui vendor cuma Rp. 2.500, maka sisanya yakni Rp. 12.500 harus dikembalikan ke yang berhak yakni KPPS. Segera diberikan haknya. Karena untuk mencari orang yang mau jadi KPPS itu susah-susah gampang.ujarnya
Hal lain adalah JCW mendorong adanya transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran bagi para penyelenggara Pemilu. Setiap pos-pos anggaran disampaikan ke publik ini sebagai bentuk transparansi.pungkas Baharudin
(Agus)


We use cookies to improve your experience on our site. By using our site, you consent to cookies.
Manage your cookie preferences below:
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
These cookies are needed for adding comments on this website.
Statistics cookies collect information anonymously. This information helps us understand how visitors use our website.
Google Analytics is a powerful tool that tracks and analyzes website traffic for informed marketing decisions.
Service URL: policies.google.com
Tidak ada komentar