
LEBAK, CNO – Pembangunan Gedung Sekolah baru SMPN Satap 9 Bayah di Desa Sawarna Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menuai kritikan dari aktivis karena pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Padahal, APD wajib digunakan dalam kegiatan konstruksi untuk mencegah kecelakaan kerja.
Ucu, salah satu pekerja, mengakui bahwa mereka tidak menggunakan APD karena merasa ribet. Sementara itu, Cecep dan Sipa dari P2SP dan Konsultan mengatakan bahwa mereka telah menekankan pentingnya APD kepada pekerja, namun pekerja tidak mematuhinya.ucapnya 05 November 2025
Selain itu, ditemukan bahwa pekerjaan program revitalisasi bangunan sekolah ini dikerjakan oleh pihak ketiga dari Rangkas Bitung, meskipun ketentuan program ini menyatakan bahwa pelaksanaannya harus dilakukan oleh P2SP dari A sampai Z.
Giri, kepala sekolah, mengatakan bahwa mereka melakukan pembelanjaan sesuai dengan petunjuk ke toko terdekat. Sementara Sipa menyatakan bahwa penggunaan material rangka baja C 75 sudah sesuai dengan RAB yang ada.
Kasus ini menimbulkan dugaan adanya campur tangan pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari program ini.
Didin kaka


We use cookies to improve your experience on our site. By using our site, you consent to cookies.
Manage your cookie preferences below:
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
These cookies are needed for adding comments on this website.
Statistics cookies collect information anonymously. This information helps us understand how visitors use our website.
Google Analytics is a powerful tool that tracks and analyzes website traffic for informed marketing decisions.
Service URL: policies.google.com
Tidak ada komentar