TRENDING

LSM Harimau: Dispar Lebak Utamakan Keselamatan Wisatawan, Jangan Fokus Retribusi Saja

2 menit membaca View : 79
REDAKSI
Pariwisata - 27 Jun 2026

LEBAK, CNO – Berulang kalinya insiden kecelakaan laut yang menimbulkan korban jiwa di sepanjang koridor wisata pantai selatan Kabupaten Lebak, Banten, menjadi perhatian serius berbagai elemen masyarakat. Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak kini diharapkan dapat lebih mengoptimalkan fungsi pengawasan serta meningkatkan standardisasi keselamatan bagi para pelancong yang berkunjung.

Harapan dan masukan tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang LSM Harapan Rakyat Indonesia Maju Kabupaten Lebak, Asep Sujana, http://S.IP.

Pria yang akrab disapa Apih Asep ini mendorong pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata, untuk mengambil langkah yang lebih cepat dan menghadirkan inovasi baru dalam mengantisipasi potensi bahaya di kawasan wisata bahari.

“Kami mencermati bahwa dinamika angka kecelakaan laut di pantai selatan ini memerlukan penanganan yang lebih intensif. Dispar Lebak seyogianya tidak hanya berfokus pada capaian retribusi daerah atau target kunjungan wisatawan belaka, melainkan wajib meletakkan aspek keselamatan sebagai prioritas paling utama,” ujar Apih Asep melalui keterangan tertulisnya, Sabtu 27 Juni 2026.

Sebagai bentuk kepedulian, LSM HARIMAU DPC Lebak mengajak Dispar Lebak untuk segera menyelenggarakan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pengamanan pantai. Beberapa usulan konstruktif yang disampaikan: memperbanyak pemasangan papan informasi dan rambu peringatan zona bahaya, menambah keberadaan pos pantau di sepanjang garis pantai, dan meningkatkan kuantitas serta kompetensi para petugas penjaga pantai atau Balawista agar memiliki sertifikasi resmi.

Apih Asep juga menekankan pentingnya penyetaraan standar pengamanan di seluruh destinasi wisata wilayah selatan Kabupaten Lebak. Pengawasan ketat ini diharapkan berlaku merata, baik pada objek wisata yang dikelola oleh pemerintah, pihak swasta, maupun milik perorangan. Menurutnya, keterbatasan rambu petunjuk dan minimnya petugas di lokasi rawan menjadi faktor yang membuat sebagian wisatawan kurang waspada terhadap karakteristik ombak besar Samudra Hindia.

Hingga saat ini, tambah Apih Asep, upaya komunikasi dan konfirmasi kepada pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak masih terus berjalan guna mendapatkan tanggapan resmi serta penjelasan mengenai langkah-langkah strategis yang akan diambil ke depan.

Oleh:Didin Kaka

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
       
Verified by MonsterInsights