Caption:penonton padati lapangan Lebak koang Bojong lelesLebak,CNO— Sore itu, Lapangan Utama Lebak Koang, Desa Bojong Leles, Kecamatan Cibadak, tidak lagi sekadar hamparan rumput. Ia berubah menjadi panggung harapan.
Ribuan warga memadati pinggir lapangan pada pembukaan Turnamen Sepak Bola BIL CUP 2026, Rabu 22/7/2026. Tepuk tangan dan sorak-sorai pecah ketika Ketua GAPENSI Kabupaten Lebak, Moch Nabil Jaya Baya, menendang bola pertama. Sebuah simbol bahwa kompetisi resmi dimulai
“Bola itu bundar, perjuangan tidak boleh putus.”
Kalimat itu yang dipilih panitia sebagai roh turnamen. Dan di tanah Bojong Leles, kalimat itu terasa nyata.
BIL Group Cup 2026 mempertemukan 33 klub terbaik se-Kabupaten Lebak. Kompetisi akan berjalan selama 19 hari ke depan. Panitia sengaja menyiapkan hadiah unik: seekor kerbau untuk sang juara
Turnamen ini digelar untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Tapi bagi Nabil, maknanya lebih dari sekadar perayaan.
“Turnamen ini bukan hanya soal siapa yang menjadi juara. Ini adalah ruang bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kemampuan, mengasah mental bertanding, dan membuka jalan menuju prestasi yang lebih tinggi. Saya berharap dari lapangan ini akan lahir pesepak bola yang mampu membawa nama Kabupaten Lebak ke tingkat nasional,” ujarnya saat pembukaan
Nabil juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas. “Kepada seluruh pemain, ofisial, dan suporter, mari kita jaga ketertiban selama kompetisi berlangsung,” tegasnya.
Lebih dari sekadar olahraga, Nabil melihat BIL CUP sebagai denyut ekonomi. Di sepanjang pagar lapangan, lapak UMKM berjejer. Ada cilok, es teh, hingga kaos klub.
“Setiap pertandingan bukan hanya melahirkan hiburan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi warga. Saya berharap BIL Group Cup terus menjadi agenda tahunan yang memberi manfaat luas,” katanya
Gambaran itu langsung terlihat pada laga pembuka. Bhayangkara FC berhadapan dengan 42 FC. Sorakan penonton menggema. Para pedagang tidak berhenti melayani pembeli.
Di balik sukses pembukaan, nama Kepala Desa Bojong Leles, Eman, banyak disebut. Ia dinilai berhasil merangkul pemuda Karang Taruna, panitia, dan warga sehingga Stadion Lebak Koang hidup.
Saat dihubungi via WA, Eman menegaskan turnamen ini milik bersama. “Ini bukan hanya milik panitia atau pemain. Ini milik seluruh warga Bojong Leles. Karena itu mari kita jaga keamanan dan kenyamanan agar tamu yang datang merasakan keramahan kita,” ujarnya
Hadir dalam pembukaan: Kapolsek Cibadak IPTU Agus Supriyadi mewakili Kapolres Lebak, Sekdispora Lebak Nevi Fahlevi, para Camat Cibadak, Rangkasbitung, Kalanganyar, Warunggunung, Ketua Badak Banten Perjuangan H. Eli Sahroni, serta Ketua Karang Taruna Kabupaten Lebak Imen Nurhakim dan Kecamatan Cibadak Iyat Ruhiyatul Ulum
Sore ketiga, Jumat 24/8/2026, giliran Tim Situ Jaya menghadapi Kadu Agung. Pertandingan itu menandai bahwa turnamen sudah masuk ritme kompetisi sesungguhnya.
Panitia menargetkan 19 hari ke depan tidak hanya melahirkan juara. Tapi juga cerita tentang persaudaraan, sportivitas, dan kecintaan masyarakat Lebak pada sepak bola.
Di Bojong Leles, sepak bola kembali membuktikan dirinya. Ia bukan sekadar permainan. Ia adalah tempat mimpi-mimpi muda bertumbuh, tempat kebersamaan dirawat, dan tempat masa depan olahraga daerah mulai ditulis dari sebuah tendangan pertama
Sampai berita ini dirilis skor antara Kadu Agung vs Situ jaya (2-0) dihari ketiga pertandingan Bil Cup
Oleh:Tim CNO


We use cookies to improve your experience on our site. By using our site, you consent to cookies.
Manage your cookie preferences below:
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
These cookies are needed for adding comments on this website.
Statistics cookies collect information anonymously. This information helps us understand how visitors use our website.
Google Analytics is a powerful tool that tracks and analyzes website traffic for informed marketing decisions.
Service URL: policies.google.com
Tidak ada komentar