TRENDING

Piala Kapolresta Tangerang: Menempa Bhayangkara Lewat Tatami

3 menit membaca View : 33
REDAKSI
Olahraga - 14 Jun 2026

TANGGERANG,CNO – Gong kayu dipukul tiga kali. “Tak… tak… tak…” Suara itu menggema di atrium Mall Ciputra Citra Raya, Cikupa, Sabtu 13 Juni 2026. Ratusan atlet karate berseragam putih-biru berdiri tegak di tatami. Di hadapan mereka, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada A., S.H., S.I.K., M.M., http://M.Si. Dengan pukulan gong itu, Kejuaraan Karate Piala Kapolresta resmi dibuka. Rangkaian HUT Bhayangkara ke-80 pun dimulai.

Bagi Polresta Tangerang, tatami bukan sekadar arena adu pukul dan tendang. Panggung itu dipakai menerjemahkan moto HUT tahun ini: Mengabdi untuk Masyarakat.

“Karate menggembleng anak bangsa. Disiplin, hormat, pantang menyerah. Itu bekal yang kami butuhkan untuk Indonesia Emas,” tegas Andi dalam sambutannya.

Di barisan depan, Bupati Tangerang, Dandim 0510, Kajari, Ketua DPRD, Ketua KONI, Ketua FORKI, Danden Rudal 003, dan Dansat Radar 211 duduk berdampingan. Loreng, toga, dan batik menyatu. Pesannya jelas: keamanan bukan kerja tunggal.

Tangga Menuju Piala Kapolri

Panggung Cikupa ini sengaja dibuat bertangga. Juara dari 10 Polsek jajaran Polresta Tangerang tak berhenti di sini. Mereka diproyeksikan melaju ke Piala Kapolda Banten, lalu Piala Kapolri.

“Kompetisi berjenjang akan melahirkan bibit unggul yang siap bersaing regional, nasional, bahkan internasional. Bukan hanya untuk anggota Polri, tapi untuk anak bangsa,” ujar Andi.

Di sudut tatami, atlet cilik sabuk kuning mengepalkan tangan. Di baris belakang, anggota Polsek Mauk merapikan sabuk hitamnya. Satu arena, dua generasi, satu tujuan: Bhayangkara yang presisi.

Antara Seragam dan Sabuk

Polresta Tangerang menggandeng INKANAS Pengda Banten sebagai motor teknis. Isyuono, Sekum INKANAS Banten sekaligus Ketua Panitia, menyebut kejuaraan ini “jembatan”.

“Tujuannya dua: memotivasi atlet sipil ke jenjang lebih tinggi, dan memotivasi anggota Polri antar Polsek. Kalau ini dicontoh Polsek lain, artinya pembinaan jalan,” katanya.

Andi mengapresiasi kerja panitia dan jajaran. “Terima kasih atas komitmennya. Semua demi anak bangsa yang berlatih sungguh-sungguh pasti jadi juara,” ujarnya.

Sejak lahirnya konsep Polri Presisi 2021, institusi ini terus diuji: kuat menegakkan hukum tapi tetap dekat dengan masyarakat. Karate jadi salah satu jawabannya — pembinaan intens, kompetisi berjenjang, prestasi terukur.

10 Polsek, Satu Tatami

Sehari penuh, kejuaraan mempertandingkan kelas anak-anak hingga kelas khusus anggota Polri. Peserta datang dari Polsek Balaraja, Cikupa, Cisoka, Kresek, Kronjo, Mauk, Panongan, Pasar Kemis, Rajeg, dan Tigaraksa.

Sorak penonton pecah saat final antar Polsek. Teriakan “Oi!” bersahutan dengan tepuk tangan ibu-ibu yang menunggu anaknya bertanding.

Penyerahan piala oleh Kapolresta menutup rangkaian. Dari pukul 09.00 WIB sampai selesai, Mall Ciputra berubah fungsi: dari pusat belanja jadi pusat pembinaan karakter.

Di situlah bedanya HUT Bhayangkara tahun ini. Upacara di lapangan, atraksi di jalan, tapi pembinaan karakter ditaruh di tempat paling dekat dengan warga: mal.

Banten punya cara sendiri merayakan Bhayangkara. Kalau di Serang ada debus, di Tangerang ada tatami. Bedanya cara, tujuannya sama: menjaga kepercayaan. Karena Bhayangkara bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga menjaga harapan.

Red

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
       
Verified by MonsterInsights