TRENDING

Sampah Menumpuk di Kawasan Wisata Gado Bangkong Pelabuhan Ratu, Berpotensi Timbulkan Masalah Kesehatan

2 menit membaca View : 93
Apip Muhendar
Berita - 27 Apr 2026

Sukabumi,CNO – Kondisi tumpukan sampah yang belum tertangani di depan kawasan wisata Gado Bangkong, Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menimbulkan keluhan dari warga sekitar. Sampah yang menumpuk tersebut bahkan telah mengeluarkan bau tidak sedap dan dikhawatirkan dapat menjadi sumber penyebaran penyakit, sebagaimana disampaikan oleh AK, salah seorang warga setempat, saat ditemui awak media di lokasi pada Minggu (26/4/2026).

Menurut keterangan AK, sampah tersebut sudah menumpuk selama tiga hari tanpa ada penanganan atau pengangkutan. Akibat keterlambatan penanganan, volume sampah justru terus bertambah. Dua tempat pembuangan sampah yang tersedia pun sudah tidak mampu lagi menampung timbunan sampah yang datang dari berbagai sumber, sehingga akhirnya sampah berceceran hingga ke bahu jalan.

Kondisi ini dinilai sangat tidak sedap dipandang mata, terlebih lokasi penumpukan sampah berada di kawasan yang padat aktivitas. “Tepat di depan lokasi itu ada masjid, gerai Indomaret, dan juga rumah makan terkenal Geksor yang selalu dikunjungi banyak orang. Keberadaan sampah yang berserakan tentu mengganggu kenyamanan dan keindahan lingkungan sekitar,” jelas AK.

Sebagai warga Pelabuhan Ratu, ia berharap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi segera mengambil tindakan untuk mengatasi permasalahan yang kerap terjadi ini. Pasalnya, lokasi tersebut berada di sisi jalan raya yang menjadi aset pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

“Kami memohon kepada dinas terkait agar menangani permasalahan sampah yang selalu menumpuk di pinggir jalan ini dengan secepatnya, agar tidak terus menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat,” harapnya.

Dari hasil pantauan di lapangan, permasalahan penumpukan sampah ternyata tidak hanya terjadi di kawasan Gado Bangkong saja. Tumpukan sampah yang terdiri dari limbah rumah tangga maupun sisa kegiatan para pedagang juga terlihat berserakan dan menumpuk di sepanjang ruas jalan raya provinsi, mulai dari kawasan wisata Karang Hawu, Jembatan Cimaja, depan permukiman warga sebelum Hotel SBH, hingga ke sekitar Jembatan Citepus.

Sebagian sampah tersebut bahkan sudah membusuk dan menimbulkan bau yang sangat menyengat, hingga tercium oleh pengguna jalan yang melewatinya, termasuk penumpang di dalam kendaraan umum yang melintas di lokasi tersebut.

 
Didin kaka

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
       
Verified by MonsterInsights